Tragedi Longsor Kasimpar: Mengungkap Duka dan Kehilangan di Petungkriyono

 



Bencana tanah longsor yang terjadi di Dukuh Kasimpar, Petunkriyono pada tanggal 20 Januari 2025 lalu telah mengakibatkan banyak korban jiwa dan menjerumuskan warga setempat dalam kesedihan yang mendalam. Jumlah korban tewas kini mencapai 25 orang, dan beberapa orang masih hilang sementara  pencarian terhadap mereka yang terjebak di dalam masih terus dilakukan. Penyebab utama tanah longsor adalah hujan deras di daerah tersebut, yang mengakibatkan tanah bergeser dan mengubur rumah. 

Di antara 25 korban tersebut terdapat keluarga yang terjebak di dalam rumahnya saat longsor terjadi.
Tim gabungan melakukan pencarian terhadap korban, namun pencarian terhambat karena adanya tanah longsor yang membuat jalan lumpuh total. Korban yang jasadnya ditemukan sebagian sudah teridentifikasi, sebagian lainnya masih dalam pencarian.
Berikut adalah beberapa keluarga dan orang-orang dari 25 korban bencana di Dukuh Kasimpar, diantaranya : 
  • Sukardi, seorang warga, kehilangan tiga anggota keluarganya, termasuk Sekretaris Desa Kasimpar, Sularso.
  • Rasmini, ibu dari Imanto, juga menanti kabar tentang anaknya yang hilang saat berteduh di rumah Sularso.
  • Banyak warga yang terjebak di kafe Allo Empire saat bencana terjadi, menambah jumlah korban yang hilang.

Warga setempat berharap agar semua korban dapat segera ditemukan semuanya. Meskipun mereka sudah mempersiapkan kemungkinan terburuknya namun rasa duka mendalam tetap menyelimuti Dukuh Kasimpar, Petungkriyono dimana setiap kehilangan yang dirasakan begitu menyakitkan bagi keluarga dan sahabat para korban.
Bencana ini kelak akan terus menjadi pengingat, cerminan dan pelajaran mengenai pentingnya kewaspadaan dan perlunya upaya mitigasi yang lebih baik di masa depan.

Komentar